Menerima pesanan WhatsApp: pola grosir yang masuk akal
WhatsApp cepat; risikonya kecepatan berubah jadi kekacauan. Convord menyusun teks masuk menjadi pelanggan + baris + jumlah sehingga beban kerja menjadi dapat diprediksi.
Bentuk pesan umum
Daftar bullet item + kuantitas
Teks bebas: "besok pagi kirim campuran item ini"
Teks biasa setelah voice atau gambar
Semua masuk funnel yang sama: tangkap dulu, klarifikasi, setujui.
Disiplin operasional
Setiap pesanan punya status terlihat (tertunda, dalam proses, selesai, dll.).
Baris tidak cocok masuk antrean "produk tidak dikenal" dan terhubung ke katalog.
Pembeli berulang terbaca seperti cerita piutang, bukan thread tersebar.
Mengapa WhatsApp Business saja tidak cukup
WhatsApp menyelesaikan pesan; grosir B2B tetap butuh kebenaran stok, piutang, dan faktur. Convord menargetkan gap operasional itu.
Contoh alur
- Pesan masuk → pesanan draf
- Baris dicocokkan ke kartu produk
- Setelah persetujuan: pick/stok dan langkah piutang sesuai kebijakan